Saturday, 23 July 2016

Kelahiran Sakti

Salah satu hal yang paling membuat seorang ibu galau adalah, ketika kehamilan sudah lewat dari HPL (jadwal HPL 14072016) dan belum ada tanda-tanda melahirkan sama sekali, sementara  bbm, wa dan beberapa sosmed lainnya mempertanyakan "sudah lahir belum?", "kapan lahiran?", "kok belum lahir?", itu sama halnya dengan maba alias mahasiswa paruh baya dengan semester stadium akhir  yang ditanya "kapan wisuda?", atau jones akut yang ditanya "kapan nikah?", atau penganten baru yang ditanya "kok belum hamil?". Oops, aku saranin tinggalkan seluruh perkepoan pada situasi-situasi tersebut di atas, karna rasanya itu makNyus di jantung. Dan aku termasuk ibu hamil yang galau karna ditanya terus kapan lahiran, usia kehamilanku saat itu sudah 10 bulan lewat 2 hari, dan kegalauanku menghadapi pertanyaan tersebut berujung pada ancaman suami menyita segala akses komunikasiku, hehe.. Artinya biar aku bisa tenang dan lebih bersabar menghadapi persalinan.
Saat itu hari Selasa, usia kandungan 10 bulan lebih 5 hari (19072016), belum ada tanda-tanda melahirkan juga, aku kontrol ke dokter kandungan, sampai disana disarankan untuk induksi karna plasenta sudah mulai menebal dan dikhawatirkan menghalangi asupan gizi yang masuk untuk bayi, aku serahkan semua keputusan kepada suami karna aku sudah tidak bisa berfikir lagi antara khawatir keadaan bayi dan keinginan melahirkan secara normal (khawatir gagal induksi akhirnya oprasi)   suami meminta waktu 2 hari kepada dokter untuk menunggu terlebih dulu kontraksi alami, jika tanda-tanda melahirkan belum datang bakal setuju untuk induksi, sebagai pertimbangan juga anak pertamaku Danu 3,3YO besok Rabu (20072016) adalah hari pertama masuk Play Group dan kami sebagai orang tua tidak ingin melewatkan hari penting itu, Rabu terlewatkan dengan rencana-rencana yang sesuai harapan, yakni mengantar Danu sekolah, menemaninya sampai sekolah selesai, semua berjalan lancar, Danu tampak senang bermain di Sekolah dan berkenalan dengan beberapa temannya
Tiba hari Kamis (21072016), setelah diskusi dengan guruku yang juga seorang dokter, Ning Lely, via bbm, kami semakin yakin untuk melalukan induksi, Ning Lely meyakinkan kami kalau induksi di Rumah Sakit banyak yang berhasil melahirkan secara normal, keyakinan itu membulatkan tekat kami untuk pergi ke Rumah Sakit meminta induksi, sebelum berangkat kami meminta restu dari Abi Umik mertua dan Buya Ibuk di rumah, semua mendoakan proses kelahiran ketiga ini, ke Rumah Sakit diantar Suami dan Abi mertua, sebelum sampai Rumah Sakit, Abi memberikanku air asmak, air asmak ini berisi doa-doa untuk kelancaran melahirkan, Abi ngendikan Insya Allah kalau sudah minum air ini sakitnya berkurang saat melahirkan.. Yang jelas ini bukan perbuatan bid'ah  karna zaman Nabi sudah banyak orang yang meminta berkah pada air minum atau sisa makan Nabi, lalu Nabi mendoakan dan memberikan suwuknya pada orang yang meminta berkah tersebu.
11.30 RSI Sakinah Mojokerto, sampai sana urus rawat inap untuk keperluan induksi di RS, Dokter Kandunganku, dr. Ida, Sp. Og meminta untuk cek NST dulu untuk mengetahui tingkat detak jantung bayi, hasilnya normal baik semua, setelah cek ricek tidak langsung induksi, bidan menjelaskan dulu tingkat efektifitas dari melahirkan proses induksi dan berbagai resikonya, termasuk jika gagal induksi harus sc, karna bidan bilang tiap bayi berbeda-beda saat merespon induksi, ada yang langsung respon akhirnya kontraksi dan lahiran normal, ada yang dilepas induksi baru merasakan kontraksi, dan malah ada bayi yang stres karna diinduksi dan akhirnya pup di dalam sehingga menyebabkan bayi keracunan ketuban dan harus di sc (gagal induksi), kami sudah sepakat untuk induksi, ternyata juga tidak langsung induksi tapi dicek pembukaan dulu dengan cara VT, dan anehnya kata bidan sudah ada bukaan 1 sempit, padahal belum ada kontraksi sama sekali kok sudah ada pembukaan? Sempat bingung tapi kata bidan untuk kelahiran kedua atau ketiga memang ada yang tidak merasakan kontraksi saat pembukaan, dan dengan sangat bijaksana bidan menyatakan untuk tidak diinduksi dulu, barangkali bukaan bertambah secara alami, aku bersyukur saat itu karna tidak jadi diinduksi
13.04 mulai merasakan sedikit kontraksi, ini sungguh aneh, kontraksi datang justru saat berada di RS, ternyata benar janin bisa diajak kerja sama, dari awal sudah yakin bisa melahirkan normal, jadi aku dan bapaknya ngajak komunikasi bayi terus biar bisa lahiran normal, dan bayiku merespon dengan baik, dia mungkin tidak ingin ibunya merasakan sakitnya induksi dan di luar dugaan, kontraksi datang tanpa bantuan induksi, menunggu 'si sakit' dengan happy bisa mainan game onet,  sempet mikir mungkin kalau main Pokemon Go bisa lebih cepet datangnya kontraksi huahahaha.. Masih naik turun kasur buat pipis, bidan bilang gak boleh turun kasur, pipisnya pake pispot, aduh enggak deh masih kuat kok buat jalan ke kamar mandi
15.15 masih pipis terus per 5 menit, dibelikan suami es krim, dan masih bisa menikmati sambil mainan onet sampai level 10 heheheh
15.20 kebelet pipis lagi, turun kasur, nyampe kamar mandi tiba-tiba ngerasain kontraksi yang super duper aduhai kayak kebelet pup abis makan lombok 20 biji suami curiga kok belum keluar juga dari kamar mandi, aku di dalam udah mulet-mulet nahan mules, akhirnya suami masuk kamar mandi dan aku dicebokin trus digendong ke kasur, suami bilang "pipisnya di kasur aja",
sampe di atas kasur aku bilang bidan,"mbak aku pingin ngeden" bidannya bilang "gak papa mbak bab di kasur aja nanti kita bersihkan kok, jangan turun kasur ya, setengah jam lagi cek pembukaan barangkali sudah nambah", ya udah aku ngeden aja pup di kasur, udah gak tahan, xixixi.. trus bidannya teriak 
"eh, mbak sebentar, itu kepalanya bayi muncul"
bidan yang satunya lagi rempong
"loh iya mbak, eh bayinya keluar, alhamdulillaaah cueepeeet mbak", aku bengong ajah "hah? Udah keluar?"
Suami juga bengong "Masya Allaah cepet alhamdulillaaah", lah aku jadi tambah bingung "loh? Udah keluar to mas bayinya?"
Gak lama terdengar tangisan keras bayiku,"Lah itu!" Kata suami.. Alhamdulillaah rasanya legaa

Alhamdulillaaah Ya Allaah gak nyangka lahiran semudah ini, gak nyangka prosesnya secepat ini, dan baru kali ini ngeraasain melahirkan kayak lagi bab, hehehe. Sungguh tidak ada ungkapan lain selain syukur atas segala kemudahan yang Allah beri, tepat jam 15.30 anak ketiga kami lahir dengan sehat dan selamat, BB 3,1 kg, PB 50 cm, dengan nama
 "MUHAMMAD SYARIF SOSROKARTONO"
 a.k.a
SAKTI
 
Setelah lahir, Sakti kecilku diletakkan di atas dadaku untuk IMD (inisiasi menyusui dini), IMD cukup lama hampir satu jam, lucu banget lihat si kecil nyari sumber ASI hihii.. 
Alhamdulillah, tiap kelahiran itu indah, cara-cara kelahiran juga indah, apapun prosesnya, kisahnya tertulis di hati para ibu, semuanya istimewa, semuanya spesial, menjaga amanahNya menjadi yang terpenting.. Terima kasih untuk suamiku yang seperti bumi, kasih sayangnya menganugrahkan kami segala sesuatu, kesabarannya luar biasa, bahkan setelah melahirkan, suami mengajak kedua anak kami yang super-super untuk dirawat seluruhnya waktu menginap di rumah sakit, sendirian.. Padahal di rumah ada yang bagian ngemong, malamnya begadang untuk menggendong si kecil, dan setiap harinya mengurusi anak-anak kami sementara aku dalaam proses pemulihan pasca melahirkan.. Semoga lelahnya berbuah menjadi keturunan kami yang solih-solih dan qurrota a'yun semuanya.. Aamiiin
Share:

0 comments:

Post a Comment

Monggo Pesan dan Kesannya

Copyright © Adib's Mom | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com