Thursday, 4 June 2015

Anak Cengeng (?)

Akhir-akhir ini banyak ibu-ibu yang bilang Adib cengeng, dikit-dikit nangis, gak bisa diajak maen sama temennya, bhibhibhii.. Alhamdulillah aku tetap bangga sama Adib. Kenapa? Betapa tangisan yang merajuk nan manja itu adalah kesempatan untuk memeluknya dengan penuh kasih sayang. Aku juga mengakui kalau Adib memang cengeng, tapi aku paling tau dengan sifatnya

Adib paling tidak bisa marah dengan brutal, sungguh-sungguh hatinya begitu lembut :') dia tidak pernah menyakiti teman-temannya, kalaupun dia disakiti, dia hanya bisa menangis, tanpa membanting barang-barang, tanpa membalas menyakiti temannya, untuk anak seukuran Adib, dia sudah tidak mau ngacak-ngacak ruangan ataupun ngacak-ngacak komputer atau tumpukan kertas kerjaan bapaknya, Adib juga tidak begitu suka bermain dengan teman-teman sebayanya, meskipun kami sebagai orang tua sering mengantarkan Adib ke rumah teman-temannya agar dia senang, bersosialisasi, ceria, tapi kadang hanya 15 menit saja dia sudah pulang sendiri ke rumah

Adib lebih suka bermain dengan kami orang tuanya, nonton kartun bersama bapaknya ataupun bercanda dengan aku ibunya ;) yah begitulah Adib, tak peduli aku penilaian orang, jika mereka megatakan Adibku cengeng, aku tersenyum dalam hati dan mengatakan "Adib belum lancar bicara, dia menyampaikan kemarahannya dengan cukup anggun, menangis." 

monggo kopine disruput

0 comments:

Post a Comment

Monggo Pesan dan Kesannya