Saturday, 10 August 2013

Imunisasi 4: bertambah syukur

Jujur, di imunisasi yang keempat ini aku benar-benar syukur luar biasa pada Tuhan, ceritanya begini : pagi-pagi jam 8 hari Rabo, tanggal 31 Juli 2013 aku dan suami ke puskesmas untuk imunisasi Adib, taroh kartu dan antri, aku duduk di tengah ibu-ibu muda yang juga gendong anaknya, karna ga pengen tablo dan boring ngantri, aku ngajak ngobrol ibu di sebelah kananku, aku tanya berapa umur dan bb anaknya, dia bilang 3 bulan, wew sama kayak Adib dong, tapi obrolannya jadi melenceng ke curhat pribadinya -_______- duh, tanyanya apa jawabnya panjang banget *maklum*, lannjut -> intinya anaknya (cowok) sekarang bb-nya 5 kg, dia juga keluhkan anaknya yang sariawan dan tidak bisa minum, trus aku tanya minumnya asi aja atau pake susu bantu, dia bilang pake susu bantu yang mahal, kadang diberi bubur juga, alasannya asi saja tidak cukup, bayinya masih lapar ;) aku hanya tersenyum menyimak :) dia juga bilang kalau selama menyusui tidak puasa :) aku senyum lagi :) 

Tiba-tiba ibu di sebelah kiriku juga ikut nimbrung :) dia bilang dia juga tidak puasa soalnya bayinya rewel :) dia juga bilang kalau pake susu formula karna dia wanita karir, tidak bisa full asi (padahal ada manajemen ASI perah), dia juga mengeluhkan kalau anaknya sering sakit panas, apalagi kalau habis imunisasi pasti rewel juga :) dan sampai pada akhirnya pertanyaan mendarat padaku "kalau mbak bayinya umur berapa, bb berapa, asi atau tambahan, puasa gak?", awalnya aku ragu ragu menjawab sebab aku takut ada riya' yang namplok di hatiku, merasa paling benar sendiri soal ilmu ASI (padahal ilmunya dapet dari DSA Adib dan gugling-gugling) bismillah aku menjawab sekaligus berniat promosi pentingnya ASI, bahwa "Anakku umur 3 bulan, bbnya 6,5kg, asi saja tanpa susu formula sama sekali, alhamdulillah puasa tidak bolong, bolong saat menstruasi saja, selama ngASI bayi saya tidak pernah sakit sejak lahir sampai sekarang, lagipula lebih hemat tanpa membeli sufor", merekapun terheran-heran dan bilang "kok bisa sih ASI saja tapi bayinya besar?", dan ujung-ujungnya mereka tanya "memangnya suaminya kerja apa?", nah pertanyaan -yang tidak nyambung- ini yang serasa menohok karna mungkin mereka menganggap suamiku tidak mampu beli susu formula *ratapan orang punya wajah ndeso* -______- padahal semahal apapun sufor tetap saja tidak ada yang bisa mengalahkan kandungan ASI, hohoo.. kita lupakan saja ibu-ibu tersebut :D

Tiba saat imunisasi, Adib disuntik bagian paha kanan, nangis sebentar dan ketawa ketiwi lagi, sampai di rumah ambil wudlu, dan sujud syukur, atas apa?atas anugrah yang Allah berikan untuk Adib saat ini, saat perjalanan pulang yang senantiasa terngiang-ngiang adalah bayi-bayi di puskesmas tersebut, yang katanya sakit, rewel, susah naikin bb, mpasi dini dan sufor, tidak puasa.. maka sesegera aku berterima kasih pada Allah yg telah memberikanku ilmu tentang ASI, juga telah menganugrahi Adib kesehatan, ketenangan, bb yang naik pesat, tak tersentuh sufor maupun mpasi dini, juga memberikanku kekuatan untuk melaksanakan puasa.. Allah terima kasihku kepadaMu Ya Rabb, sehatkanlah selalu Adibku, tenangkanlah selalu jiwanya, beri umur yang panjang dan barokah kepadanya ya Allah :') dan, alhamdulillah stelah imunisasi Adib tidak panas badannya :') jadi paracetamol yang dikasih Puskesmas dibuang saja :p

Dan kini, Lebaran telah tiba.. Saatnya Adib silaturrahmi ke sanak family, ehem.. Adib jadi pusat perhatian lho.. dan momen ini kumanfaatkan untuk memberitahu kepada sanak family bahwa yang membuat Adib sehat, gemuk dan aktif adalah karna ASI EKSKLUSIF #promobesarbesaran :) oia, Kami sekeluarga mengucapkan minal aidin wal faizin yaa.... :) selamat hari raya idul fitri 1434 H

Tidak demam setelah imunisasi :*

2 comments:

Monggo Pesan dan Kesannya