Saturday, 18 May 2013

Komunikasi dengan bayi

Ketika hamil, alhamdulillah aku diberikan kekuatan oleh Allah untuk bisa mengkhatamkan Qur'an sebulan dua kali, tak lupa surat yusuf dua hari sekali juga kubacakan khusus buat jabang bayi, ketika melantunkannya aku sambil mengelus-elus perut berharap semoga nantinya putraku terbiasa dan senang mendengar lantunan kalam ilahi, sebelum membacanya aku mengajak janinku yang masih dalam perut untuk bersedia mendengarnya, biasanya aku mengajaknya bicara "adek ngaji yuk", di luar mengajipun terkadang saat waktu senggang aku juga mengajaknya bicara, bicara tentang apa saja, mengenalkan bapaknya, mengenalkan aktivitasku mengajar, dsb..

Komunikasipun berlanjut saat adib lahir, sejak umur sehari sudah kuajak bicara terus, aku percaya komunikasi yang dibangun sejak dalam kandungan akan menghasilkan anak yang cerdas, cerdas dalam arti mampu mengerti, peka dan tanggap dengan lingkungannya.. karena aku dan suami berasal dari jawa, maka untuk komunikasi sehari-hari ini aku menggunakan kromo inggil, yaitu bahasa jawa yang halus, kromo inggil tidak diucapkan dengan nada yang tinggi, tp dengan nada yang rendah dan sopan, kami ingin melestarikan budaya kami sebagai orang jawa di tengah bayaknya orang tua yang lebih memilih berkomunikasi dengan bahasa indonesia dan bahasa asing kepada anak-anaknya, panggilan kami untuk adib juga masih khas orang jawa, yakni "bapak dan ibu", bukannya kami tidak nasionalis, tapi aku pikir bahasa indonesia bisa nanti dipelajari ketika adib mulai mengenal sekolah..
Yaa sekian duluuu pemirsaaah... aku ngopi dulu :)

2 comments:

  1. Wah lagi seneng ngurus baby ya... selamat deh.. sy juga sama ko, ngajar anak pake bahasa ibu... adibnya udah berapa bulan bu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kang ^_^ bener itu kang jgn sampai punah ya bahasa daerah masing2... adib uda sebulan setengah, mohon doanya supaya sehat ^_^

      Delete

Monggo Pesan dan Kesannya