Saturday, 27 May 2017

#day1

Widiiiih udah setaun aja yak blog ini ga ada penghuninya.. Hahhaha.. Punya blog banyak tapi jarang nulis itu berasa kayak kemaruk jaya, wanita manja yang kurang berdaya guna 😀

Okelah biar tetep berdaya guna, aku mulai nulis lagi.. Kegiatan selama ramadhan beserta suami dan 3 pangeran yang tampan 😀

Hari pertama puasa sahurnya sate kambing, biar kuat nerima kenyataan kalau meskipun puasa tetep mbabu jaya wkwkwk.. Sebenernya gak ngeh banget buat masak, trus mertua nawarin sahurnya apa? Kebetulan juga yg masak di dapur dikasih izin libur 2 hari jadi dapur gak mengepul, aku nyeletuk sate kambing aja mik, dan umik nyetujui okee sate kambing, yang lain minta menu apa? Tanya umik lagi, ternyata semuanya sepakat sama menu sate kambing, bonus gule.. Istimewa sahurnya.. Makasiii umik mertua yang paling cantik dan baik hatiii..

Eh, iya taun kemaren pas hamil tua yah puasanya jadi sakit-sakitan dan banyak bolongnya.. Kali ini pingin puasa full dalam keadaan menyusui, sehari puasa lancar2 sajaaa.. Termasuk bisa nyuci piring dan nguras kamar mandi 😀 bukanya itu yang agak mendadak dangdut, jam 4 sore siap2 cari buka, eh ternyata ada tamu sampe jam 5 sore, karena tamu itu bawa berkah yaa katanya bapaknya Adib suruh sabar dulu sampe tamunya pulang, walhasil tancap gas jam 5 sore cari seadanya, banyak yg udah abisss makanannya, karna udah adzan langsung aja beli es tebu daan makan sayur lodeh sama tahu bali.. Walah kok ya nikmat banget.. Efek puasa hari pertama kali.. Tarawihnya seperti biasa.. Gantian 8 rokaatan sama bapaknya Adib karena posisi si kecil Sakti sudah boboo 😴😴😴

Sampe disini dulu ceritanya yaa.. Besok lanjut sampai 30 hari ke depan 😀

Thursday, 22 December 2016

Adib, kamu jagoanku!

Pengalaman pertama menjadi Wali Murid, sebelum kelahiran Sakti beberapa bulan lalu H-3 kelahiran Sakti adalah saat pertama Adib mulai bersekolah, Adib masuk Play Grup Al-Azhar Mojokerto, berbagai kerempongan mulai dirasakan, terutama saat adiknya lahir, membagi waktu antara membuat bekal makan Adib dan juga menjaga adiknya yang masih butuh banyak perhatian, untungnya tugas memandikan anak-anak (Adib & Lana) dan mengantar sekolah sudah dihandle oleh bapaknya, jadi jam 8 pagi selesai sudah masak-masak mak koki payah, daaan aku sudah bisa me time dengan bayi.

Waktu terus berjalan dan tidak terasa perkembangan Adib begitu pesat, mulai dari menghafal surat-surat pendek dalam Juz Amma, memahami huruf (di sekolahnya gak ada calistung), hari-hari Adib begitu riang, dia bernyanyi dan adiknya Maulana diajarkan beberapa hafalan hadis dan lagu-lagu yang Adib dapat dari sekolah, dia sangat bersemangat untuk sekolah, alhamdulillah yang ini niru emaknya banget (yang baik-baik diakui, hahah)

Sampailah pada penghujung semester, dan waktunya ambil rapot, ini adalah pengalamanku pertama kali mengambil rapot, bapaknya gak ikut karna bapaknya jadi panitia Jalan Sehat Harlah Al-Azhar di sekolahnya Adib, perasaanku waktu itu biasa aja karna aku selalu berharap kebaikan menyertai anak-anakku, kalaupun prestasi akademis aku tidak memaksa, tibalah saat pengambilan rapot, gurunya berpesan banyak, juga menjelaskan perkembangan Adib selama di sekolah, Bu Am menceritakan kalau Adib anaknya pendiam, menurut tapi cerdas dalam menerima informasi, gambarnya bagus-bagus dan supel dengan temannya, kabar baiknya, meskipun Adib bahasa kesehariannya adalah bahasa Kromo (Bahasa Jawa halus dan sopan) tapi mampu berinteraksi dengan teman-temannya yang lain, jadi kalau bersama teman-temannya Adib memakai Bahasa Indonesia, tapi kalau dengan yang lebih tua darinya Adib pakai bahasa Kromo, rapot aku lihat juga semuanya mencapai target yang harus dicapai sesuai perkembangan usianya, ada beberapa kode yang harus dicentang di rapor Adib, di antaranya adalah: BB (Belum berkembang), B (Berkembang), M (Mampu)

Dan rapor Adib yang dicentang BB hanya 3 centangan saja, aku bersyukur alhamdulillah.. Semoga Adib makin semangat mencari ilmu, dan mengejar ridlo guru-gurunya :)

Thursday, 10 November 2016

KB Implan

Alhamdulillah hari ini aku memutuskan untuk KB, aku KB di puskesmas, dan sekalian jadwal Sakti imunisasi, yak tepat hari Kamis, 10 November 2016 untuk pertama kalinya merasakan ditusuk-tusuk jarum susuk, atau KB Implan, awalnya mau KB suntik 1 bulan karna pengalaman setelah lahiran anak kedua KB suntik 3 bulan malah ngeflek, tambah kurus, tambah jelek, muka kusem, akhirnya dilepas dan taraaa jadilah Sakti, hehe.. Tapi bidan di Puskesmas nggak nyaranin karna khawatir pengaruh ke ASI. 

Tentang KB implan ini belum terpikirkan sebelumnya, sempat membaca hukumnya di kitab fiqh tentang KB susuk, ternyata boleh :) aku dan suami konsultasi tentang beberapa KB, bidan di puskesmas menyarankan 3 jenis KB, KB suntik 3 bulan, IUD atau Implan, KB suntik 3 bulan sudah aku blacklist karna tidak cocok di tubuhku, KB IUD aku tolak karna keburu parno duluan nemuin kasus Ibu yang IUDnya masuk ke rahim dan harus oprasi, meskipun bidan bilang kasus itu sangat kecil sekali kemungkinannya, bahkan bidan mengatakan sudah 25 tahun melayani pasien KB IUD dan tidak ada yang gagal, tapi yah itu tadi keburu parno duluan, hihii.. 

Daaan jatuhlah pilihan kami pada KB implan, bidan bilang KB implan tidak mempengaruhi menstruasi, artinya tetap lancar haidnya, jangka panjang sampai 3 tahun, tidak berpengaruh pada ASI dan tidak berpengaruh pada berat badan, padahal aku bilang ke bidan pingin KB yang bisa bikin gemuk, bubid bilang kalau pingin gemuk jangan beres-beres rumah, santai-santai aja sama shopping terus, bener juga sih, hahaha.. 

Sebelum dimasukkan susuk ke lenganku, diukur dulu panjang jarum pake bolpoin trus bidan mulai kasih titik-titik yang pas buat calon penghuni lengan atas  lalu disuntik bius dan dimasukkan jarum susuknya, jangan tanya bentuknya gimana, prosesnya gimana, diapain aja, orang aku horor duluan, jadi selama proses pasang jarum aku merem  pas udah selesai baru berani buka mata, cemen banget, haha.. Gak sakit kok, 3 menit selesai, ya iyalah gak sakit orang dibius  

Setelah selesai baru deh si Sakti disuntik imun 3 bulan, bb 7,2 kg alhamdulillah, dan tidak ada demam setelah disuntik sebagaimana suntikan 1-2 bulan kemarin, jadi gak perlu dikasih paracetamol, oh ya bubid bilang setelah dimasukin jarumnya bakalan memar atau bengkak, dikasih obat asam mefenamat untuk anti nyeri, alhamdulillah gak nyeri meskipun bengkak sedikit.. Berharap tidak ada efek samping yang merugikanku dalam KB Implan ini, aaamiiin.. Next insya Allah aku bahas lagi efek sebulan memakai KB Implan :)

Oh ya, ini aku sertakan video Pemasangan KB Implan dalam bentuk 3D dari youtube

Monday, 29 August 2016

Selapan

Moms n readers, yang tinggal di Jawa pasti familiar dengan beberapa adat dan mitos orang Jawa, dan mitos itu seperti mengikat dan harus dipatuhi, terutama bagi wanita, mulai dari mitos anak perawan, sampai jadi manten, sampe hamil, melahirkan bahkan menyusuipun ada beberapa mitosnya, aku gak mau melebar kemana-mana, aku mau fokus yang bakal aku bahas disini, tentang adat dan mitos selapan, apa sih selapan itu? Selapan adalah masa setelah melahirkan bagi seorang ibu kurang lebih 40 hari lamanya, nah apa saja yang dilakukan seorang ibu pada masa selapan? Kalau di tempatku (aku tinggal di Surabaya-Mojokerto dan emak masih kekeh dengan adat selapan) berdasarkan pengalamanku, selapan ini berisi adat sebagai berikut, ini sekalian aku jelaskan yang aku pakai dan aku tinggalkan sesuai kemantapan hati yaa, jadi tidak semua aturan orang tua dahulu aku pakai:

1. Setelah melahirkan tidak boleh tidur siang (aku gak ikut adat ini, kalau bayi tidur aku juga tidur untuk mengembalikan kekuatanku jadi harus banyak istirahat) 

2. Setelah melahirkan harus minum jamu selama 40 hari (aku gak ikuti ini, sesekali aja minum jamu karna aku punya riwayat sakit lambung jadi gak kuat kalau minum jamu yang kentel gitu) 

3. Setelah melahirkan harus wuwung (keramas dan memasukkan air ke mata)  (yang ini aku lakuin, apalagi kalau wuwung di atas jam 12 malam, seger banget) 

4. Setelah melahirkan harus memakai kendit/tempong (ya, aku mengikuti adat ini, perut rasanya singset, haha ) 

5. Setelah melahirkan kakinya tidak boleh dilipat, posisi kaki harus selalu lurus (yang ini gak bisa sih istiqomah lurus terus, pegel) 

6. Setelah melahirkan tidak boleh keluar rumah selama 40 hari (yang ini gak cuma agenda selapan sih, aku kan dulunya anak rumahan, sekarang istri rumahan, hehehe) 

7. Setelah melahirkan tidak boleh makan rawon, ikan laut, tidak boleh minum air putih terlalu banyak, harus makan yang kering-kering (waaaah aku pemakan segala, biar asi banyak, tapi aku perhatikan riwayat alergi anak fan alhamdulillah tidak ada alergi, jadi semuanya disikat habiss sehari makan 4-6 kali, belum termasuk ngemil, hehe) 

8. Setelah melahirkan tidak boleh duduk di bawah (yang ini aku ikuti karna duduk di bawah setelah dijait itu sakit) 

9. Bayi rawan terkena sawan, kalau di tempatku ada sawan angin, sawan batang dan sawang-sawang lainnya yang aku gak hafal, sejauh ini aku kurang bisa faham tentang persawanan, tapi pernah baca artikel sawan itu gejala-gejalanya kalau di dunia medis  sama seperti growth spurt, jadi anak demam, rewel, manja, maunya menyusu terus, nempel terus dama orang tua, dsb, alhamdulillah bayiku sehat, jauh dari sawan..  

Nah, ada yang bisa menambah mitosnya apa aja?

Saturday, 23 July 2016

Kelahiran Sakti

Salah satu hal yang paling membuat seorang ibu galau adalah, ketika kehamilan sudah lewat dari HPL :stress: (jadwal HPL 14072016) dan belum ada tanda-tanda melahirkan sama sekali, sementara  bbm, wa dan beberapa sosmed lainnya mempertanyakan "sudah lahir belum?", "kapan lahiran?", "kok belum lahir?", itu sama halnya dengan maba alias mahasiswa paruh baya dengan semester stadium akhir  yang ditanya "kapan wisuda?", atau jones akut yang ditanya "kapan nikah?",:cambuk: atau penganten baru yang ditanya "kok belum hamil?". Oops, aku saranin tinggalkan seluruh perkepoan pada situasi-situasi tersebut di atas, karna rasanya itu makNyus di jantung. Dan aku termasuk ibu hamil yang galau karna ditanya terus kapan lahiran, usia kehamilanku saat itu sudah 10 bulan lewat 2 hari, dan kegalauanku menghadapi pertanyaan tersebut berujung pada ancaman suami menyita segala akses komunikasiku, hehe.. Artinya biar aku bisa tenang dan lebih bersabar menghadapi persalinan:pahlawan:
Saat itu hari Selasa, usia kandungan 10 bulan lebih 5 hari (19072016), belum ada tanda-tanda melahirkan juga, aku kontrol ke dokter kandungan, sampai disana disarankan untuk induksi karna plasenta sudah mulai menebal dan dikhawatirkan menghalangi asupan gizi yang masuk untuk bayi, aku serahkan semua keputusan kepada suami karna aku sudah tidak bisa berfikir lagi antara khawatir keadaan bayi dan keinginan melahirkan secara normal (khawatir gagal induksi akhirnya oprasi) :garuklantai:  suami meminta waktu 2 hari kepada dokter untuk menunggu terlebih dulu kontraksi alami, jika tanda-tanda melahirkan belum datang bakal setuju untuk induksi, sebagai pertimbangan juga anak pertamaku Danu 3,3YO besok Rabu (20072016) adalah hari pertama masuk Play Group dan kami sebagai orang tua tidak ingin melewatkan hari penting itu, Rabu terlewatkan dengan rencana-rencana yang sesuai harapan, yakni mengantar Danu sekolah, menemaninya sampai sekolah selesai, semua berjalan lancar, Danu tampak senang bermain di Sekolah dan berkenalan dengan beberapa temannya :senang:
Tiba hari Kamis (21072016), setelah diskusi dengan guruku yang juga seorang dokter, Ning Lely, via bbm, kami semakin yakin untuk melalukan induksi, Ning Lely meyakinkan kami kalau induksi di Rumah Sakit banyak yang berhasil melahirkan secara normal, keyakinan itu membulatkan tekat kami untuk pergi ke Rumah Sakit meminta induksi, sebelum berangkat kami meminta restu dari Abi Umik mertua dan Buya Ibuk di rumah, semua mendoakan proses kelahiran ketiga ini, ke Rumah Sakit diantar Suami dan Abi mertua, sebelum sampai Rumah Sakit, Abi memberikanku air asmak, air asmak ini berisi doa-doa untuk kelancaran melahirkan, Abi ngendikan Insya Allah kalau sudah minum air ini sakitnya berkurang saat melahirkan.. Yang jelas ini bukan perbuatan bid'ah:goyang:  karna zaman Nabi sudah banyak orang yang meminta berkah pada air minum atau sisa makan Nabi, lalu Nabi mendoakan dan memberikan suwuknya pada orang yang meminta berkah tersebut :minumteh:
11.30 RSI Sakinah Mojokerto, sampai sana urus rawat inap untuk keperluan induksi di RS, Dokter Kandunganku, dr. Ida, Sp. Og meminta untuk cek NST dulu untuk mengetahui tingkat detak jantung bayi, hasilnya normal baik semua, setelah cek ricek tidak langsung induksi, bidan menjelaskan dulu tingkat efektifitas dari melahirkan proses induksi dan berbagai resikonya, termasuk jika gagal induksi harus sc, karna bidan bilang tiap bayi berbeda-beda saat merespon induksi, ada yang langsung respon akhirnya kontraksi dan lahiran normal, ada yang dilepas induksi baru merasakan kontraksi, dan malah ada bayi yang stres karna diinduksi dan akhirnya pup di dalam sehingga menyebabkan bayi keracunan ketuban dan harus di sc (gagal induksi), kami sudah sepakat untuk induksi, ternyata juga tidak langsung induksi tapi dicek pembukaan dulu dengan cara VT, dan anehnya kata bidan sudah ada bukaan 1 sempit, padahal belum ada kontraksi sama sekali kok sudah ada pembukaan? Sempat bingung tapi kata bidan untuk kelahiran kedua atau ketiga memang ada yang tidak merasakan kontraksi saat pembukaan, dan dengan sangat bijaksana bidan menyatakan untuk tidak diinduksi dulu, barangkali bukaan bertambah secara alami, aku bersyukur saat itu karna tidak jadi diinduksi:huks:
13.04 mulai merasakan sedikit kontraksi, ini sungguh aneh, kontraksi datang justru saat berada di RS, ternyata benar janin bisa diajak kerja sama, dari awal sudah yakin bisa melahirkan normal, jadi aku dan bapaknya ngajak komunikasi bayi terus biar bisa lahiran normal, dan bayiku merespon dengan baik, dia mungkin tidak ingin ibunya merasakan sakitnya induksi :pliis: dan di luar dugaan, kontraksi datang tanpa bantuan induksi, menunggu 'si sakit' dengan happy :siul: bisa mainan game onet,  sempet mikir mungkin kalau main Pokemon Go bisa lebih cepet datangnya kontraksi huahahaha.. Masih naik turun kasur buat pipis, bidan bilang gak boleh turun kasur, pipisnya pake pispot, aduh enggak deh masih kuat kok buat jalan ke kamar mandi:senang:
15.15 masih pipis terus per 5 menit, dibelikan suami es krim, dan masih bisa menikmati sambil mainan onet sampai level 10 heheheh
15.20 kebelet pipis lagi, turun kasur, nyampe kamar mandi tiba-tiba ngerasain kontraksi yang super duper aduhai kayak kebelet pup abis makan lombok 20 biji :kipas: suami curiga kok belum keluar juga dari kamar mandi, aku di dalam udah mulet-mulet nahan mules, akhirnya suami masuk kamar mandi dan aku dicebokin trus digendong ke kasur, suami bilang "pipisnya di kasur aja",
sampe di atas kasur aku bilang bidan,"mbak aku pingin ngeden" :terpuruk: bidannya bilang "gak papa mbak bab di kasur aja nanti kita bersihkan kok, jangan turun kasur ya, setengah jam lagi cek pembukaan barangkali sudah nambah", ya udah aku ngeden aja pup di kasur, udah gak tahan, xixixi.. trus bidannya teriak 
"eh, mbak sebentar, itu kepalanya bayi muncul" :minta:
bidan yang satunya lagi rempong
"loh iya mbak, eh bayinya keluar, alhamdulillaaah cueepeeet mbak", aku bengong ajah "hah? Udah keluar?"
Suami juga bengong "Masya Allaah cepet alhamdulillaaah", lah aku jadi tambah bingung "loh? Udah keluar to mas bayinya?"
Gak lama terdengar tangisan keras bayiku,"Lah itu!" Kata suami.. Alhamdulillaah rasanya legaa:kenyang:

Alhamdulillaaah Ya Allaah gak nyangka lahiran semudah ini, gak nyangka prosesnya secepat ini, dan baru kali ini ngeraasain melahirkan kayak lagi bab, hehehe. Sungguh tidak ada ungkapan lain selain syukur atas segala kemudahan yang Allah beri, tepat jam 15.30 anak ketiga kami lahir dengan sehat dan selamat, BB 3,1 kg, PB 50 cm, dengan nama
 "MUHAMMAD SYARIF SOSROKARTONO"
 a.k.a
SAKTI
 
 :joged:
Setelah lahir, Sakti kecilku diletakkan di atas dadaku untuk IMD (inisiasi menyusui dini), IMD cukup lama hampir satu jam, lucu banget lihat si kecil nyari sumber ASI hihii.. 
Alhamdulillah, tiap kelahiran itu indah, cara-cara kelahiran juga indah, apapun prosesnya, kisahnya tertulis di hati para ibu, semuanya istimewa, semuanya spesial, menjaga amanahNya menjadi yang terpenting.. Terima kasih untuk suamiku yang seperti bumi, kasih sayangnya menganugrahkan kami segala sesuatu, kesabarannya luar biasa, bahkan setelah melahirkan, suami mengajak kedua anak kami yang super-super untuk dirawat seluruhnya waktu menginap di rumah sakit, sendirian.. Padahal di rumah ada yang bagian ngemong, malamnya begadang untuk menggendong si kecil, dan setiap harinya mengurusi anak-anak kami sementara aku dalaam proses pemulihan pasca melahirkan.. Semoga lelahnya berbuah menjadi keturunan kami yang solih-solih dan qurrota a'yun semuanya.. Aamiiin :pliis:

Monday, 4 July 2016

#day29 puasa

04072016

Usia kandungan 38w3d, akhirnya pulang juga ke rumah, kasian juga suami yang masih sakit harus rela ngurusi ini itu di rumah sakit yang ternyata cuma kontraksi palsu, tapi hari ini adalah keajaiban.. Kondisi suami makin membaik, setelah pulang dari rumah sakit dia gak langsung tidur, padahal semalaman gak tidur jagain aku, pagi ini suami yang ngurusin anak-anak semua, mulai dari mandikan, masak dan menyuapi anak-anak, aku bersyukur pada Allah atas nikmat ini, atas kekuatan fisik dan keadaan yang sedikit membaik yang dianugrahkan kepada suami, bikin aku semangat, hari ini aku tidak puasa karna batal saat pengecekan pembukaan pagi tadi.. Jadi aku makan seadanya yang ada di dapur 😊 adanya telor ya makan telor ajah 😁

Melihat suami yang makin sehat aku jadi semangat uprek dapur, rencana bikin lodeh dan daging goreng, cemplang cemplung bahan dan selesaiiiiii, maghrib tiba dan kurampungkan tadarusku juz 29-30 alhamdulillah khatam, trus tiba-tiba suami keluar rumah menuju parkiran dan nyalain mobil "ayo jalan-jalan", hah? Ini serius? Tanda-tanda suami sudah sembuh dari vertigonya itu gampang kok nebaknya, satu; udah gak banyak tidur, dua; udah berani nyetir mobil, aku kaget "mau kemana?" Tanyaku? "Belanja ke alfa", aku langsung lari ke kamar, ganti baju dan memeluk suamiku seraya berucap "alhamdulillaaah, mas sudah sembuh", dia tersenyum dan menggendong adib lana ke mobil, kukira beneran ke alfa, eh kok suami bilang sudah lama gak ngajak adiblana keluar dan beli mainan, akhirnya perjalanan diperpanjang ke sanrio, tapi karna jalanan macet akhirnya batal belanja ke sanrio, kembali ke alfamaret belanja kebutuhan rumah, dan untuk menghindari macet suami cari jalan yang gak macet, blusukan ke jalan entah, dan itu lumayan jauh, dalam hati aku bahagiaaa sekali itu brrarti suamiku sudah sembuh total, tak hentiny bersyukur, terima kasih Tuhanku, genap satu bulan kami Engkau uji dengan penyakit suamiku, hari ini aku serasa lebaran lebih awal 😊

Sunday, 3 July 2016

#day28 puasa

03072016

Puasa hari ke 28 usia kandungan 38w2d saur sayur asem ikan sambal goreng teri made in sendiri ^^ 

Seperti biasa bangkong, hari ini gak masak karna dapat kiriman nasi kuning buat buka, lancar.. Jam 18.30 mulai merasakan kontraksi yang teratur sampai jam 23.00 berangkat ke RSI Sakinah, sampe disana belum ada pembukaan, pindah kamar kata dokter nunggu besok pagi barangkali ada pembukaan, besoknya sahur makanan beli di sekitar rumah sakit etapi batal deh puasanya gegara harus cek bukaan di miss V sama dokternya, dan dicek lagi waktu itu jam setengah 8 pagi, dan masih belum ada bukaan, dan pas bsngun tidur sebelum sahur itu udah ilang kontraksinya.. Yah ternyata cuma konpal alias kontraksi palsu, sampai mau 3 anak gini diriku belum pandai bedain konpal sama konsli 😂😂😂

Saturday, 2 July 2016

#day27 puasa

02072016

Usia kandungan 38w1d

Hari ini jadwal kontrol ke dokter kandungan, eeeh lupa kabar-kabari, sahurnya nasi goreng karna danu minta nasi goreng malamnya, bungkus deeeh nasi goreng sama martabak telor, 

Berangkat jam setengah 9 setelah mandiin anak-anak dan nyuapin trus mereka ikut mbahnya dan aku ke dokter kandungan, diantar sopir sama ngajak mbak ika yang biasanya bantu di rumah, karna memang kondisi suami belum sembuh, kontrol kali ini memastikan posisi bayi setelah pijat ke paraji seminggu yang lalu, aku sih sudah merasakan gerakan bayi sudah di atas dan bawah, tidak seperti minggu-minggu kemaren yang masih menyamping kanan dan kiri, sampe di RS ternyata harus nunggu satu jam karna dokter Ida masih ngoprasi pasien, setelah masuk ruang praktek dan mulai usg dokter bilang posisi janin sudah di bawah kepalanya, alhamdulillaaah.. Tinggal nunggu masuk panggul aja 😊 pulang ke rumah jam 11 dan langsung memberikan kabar gembira kepada suami.. Suami tampak lega dan bahagia, tinggal nunggu waktu persalinan 😊
Sore ngabuburit beli segala keperluan dapur sampai 4 hari ke depan yang sudah hari lebaran, menuhin isi kulkas biar siap sedia semuanya 😊 rencana mau masak tapi kok ya capek di jalan yang macetnya minta ampun, akhirnya bungkus nasi bebek deh sama es doger, alhamdulillaah nikmatnya hari ini dan indahnya kabar hari ini 😊😊😊